Sabtu, 09 April 2011

Pasang Widget Google Translate bendera di blog


Sesuai dengan janji Kang Rohman pada posting Pasang Widget Google Translate bendera di blog bahwa akan membahas bagaimana memasang widget google translate dalam bentuk bendera. Widget ini sedikit berbeda dengan widget Google Translate yang mungkin pernah anda jumpai di internet, karena ini merupakan hasil kreasi kang Rohman selama setengah hari agar widget google translate tampak lebih menarik.

Widget yang akan terpasang adalah seperti gambar berikut, silahkan sorotkan mouse anda ke gambar-gambar bendera yang ada sehingga terlihat sedikit efek blur sebagai pemanis :

English French German Spain Italian Dutch

Russian
Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Bagi anda yang tertarik untuk memasang widget ini, berikut adalah langkah-langkahnya :
  1. Silahkan login ke blogger dengan ID anda
  2. Klik Tata Letak
  3. Klik tab Elemen Halaman
  4. Klik Tambah Gadget
    tambahgadget
  5. Klik tanda plus (+) untuk HTML/Javascript
    html
  6. Copy paste kode google translate ke dalam kolom yang tersedia                                       
Selengkapnya...

No charge online classifieds website. More than 50,000 new ads with high quality images

BOOKS BOOKs BOOKs On any Pets 1 2 PRICE

Please Contact

BOOKS BOOKs BOOKs On any Pets 1 2 PRICE

pets > accessories

Allwetpro We are brand new and just starting to put things up and we will be placing more and more every week,And BOOKS BOOKs BOOKs On any pet call & ask leave mesg if were not in our office & we will get right back to you Any PET !!AND if there is anything particular you are looking for please inquire at ALLWETPRO at AOL for ALL PET SUPPLIES NEW & USED @ 1 2 PRICE items for sale.Please take a look and have a nice day.IF WHAT YOU WANT CALL CALL ?? & ASK 718 2095706 it says Ausslifespice but is also allwetpro for BOOKs

Selengkapnya...

Revenue from your blog

affiliate program

EARN INCOME FROM YOUR SITE

Turn your valuable website visitors into cash.
Work online and join our free money making partner program.
We offer the most payment rate to help maximize your
income stream.

Join our cash making program absolutely no charge and 100% risk free.

Sign Up...

Begin receiving steady partner revenue

This money making system really
can give you income on the same day.
Start receiving serious affiliate income with
almost no investments at all. This is a serious business
opportunity, the first step for you to build a solid, reliable,
long-term profitable business.

A never ending profit generator

Imagine running of a something that never failed to generate
cash-flow.
A money earn program
so amazingly profitable that you never had to work for a boss ever again!

0 (ZERO) INVESTMENT PROGRAM

We designed this free money program
specially for NO SETUP FEE methods,
to make thousands, if not millions of dollars, without spending dollars.

Abu Dhabi Hotels: Compare Cheap Abu Dhabi Accommodation Deals HotelsCombinedâ„¢ compares the best hotel reservation sites to find the cheapest accommodation deals on 82 hotels in Abu Dhabi, United Arab Emirates.

Selengkapnya...

Advertise to over 10 million users around the globe

Increase search engine rankings

Increase your website search engine rank

Showing up on search engines is one of the most critical strategy to increase website
traffic and expose your product or service to customers that might be looking for your product.

All big search engines utilize a software to calculate your web-site ranks.

Search engines know the number of sites are referring to your website; more links and hits
higher rank for your web site.

Get Higher Rank...


Get More Visitors

Get More Shoppers, Get More Revenue!!!

With no constant current of shoppers you cannot have stable everyday revenue.

It's not possible to get revenue if no one visits your website. You need customers
to see your website, every day, 24 hours!

We help more than 30,000 customers get more shoppers online.

You can get more revenue by receiving hundreds of real interested visitors to see your products.

More Visitors...


Millions of Shoppers

Millions of Shoppers

Reach millions of customers looking for products and services.

Our auditory is day by day increasing and now it's over 25 million unique shoppers every month.
We send traffic from high-quality local and global advertising webpages, which bring potential
shoppers from North America, Western Europe and upcoming markets.

Get More Hits, Get More Customers...


Selengkapnya...

Rabu, 06 April 2011

software Diary Elektronik

Sahabat suka menulis buku harian? Buku harian bagi sebagian orang sangat bermanfaat untuk melepaskan uneg-uneg tanpa ingin diketahui oleh orang lain. Terkadang ada saat-saat dimana kita ingin menumpahkan segala perasaan kita tanpa orang lain tahu. Salah satu caranya bisa lewat menulis buku harian.
        Software ini barangkali sangat cocok untuk sahabat yang intens dengan komputer dan menyukai buku harian. Software Diary Elektronik yang bisa sahabat bawa-bawa di dalam flashdisk ini bisa diisi kapan saja ketika sahabat membutuhkannya. Berbeda dengan blog, facebook, atau sarana lainnya yang kerahasiaannya tidak bisa kita simpan 100% sebab khalayak umum dapat membaca hal-hal yang bagi kita sangat privacy, nah software ini sangat menjaga privacy kita. Kalau sahabat ingin menyimpan sebuah kisah yang sangat rahasia, ini dia yang sahabat butuhkan. Persembahan dari www.caberawit.com ini kami hadirkan untuk sahabat semua.
       File berikut berbentuk .zip file, untuk itu sahabat perlu meng-”extract” file tersebut menggunakan software winzip atau winrar. Semoga bermanfaat 
bisa anda downlad di sini

Selengkapnya...

Selasa, 05 April 2011

Cara Menampilkan Status Off/Online Yahoo Messenger di blog

Dalam trik kali ini kita akan coba membahas tentang "Bagaimana Caranya Menampilkan Status Offline/Online Yahoo Messenger". Trus fungsinya apa nih? gini, kalo ada misalnya ada penandanya seperti itu kan nanti pengunjung blogmu akan bisa langsung berinteraksi langsung denganmu, nha kalo gitu kan nanti pengunjung blogmu jadi tambah sayang ma kamu :p
Ok Langsung aja, Contohnya akan seperti ini, jika status kamu offline maka gambarnya akan seperti ini :



trus jika kamu online maka iconya akan berubah seperti ini:



Cara buatnya sangat gampang kamu tinggal copy script berikut ini trus kamu pasang di sidebar kamu, udah tahu kan cara pasanganya, itu lho seperti kalo km masang "page element", Masuk ke "Page Element" trus "Add a Gadget --> HTML/Javascript".


<a href="ymsgr:sendIM?saryulis"> <img src="http://opi.yahoo.com/online?u=saryulis&amp;m=g&amp;t=2&amp;l=us"/>
</a>


Ganti text yang warna merah (saryulis) dengan id YM kamu.
perhatikan angka "2", itu bisa kamu ganti dengan angka yang lain dan hasilnya gambar yang ditampilkan akan berbeda-beda.

 gampang kan?
kalo da masalah silahkan komentar nanti saya akan balas ........ Selengkapnya...

makalah peran pendidikan dalam proses belajar mengajar



A.    Beberapa Definisi Mengenai Pendidikan
Beberapa definisi mengenai pendidikan dapat dikemukakan di bawah ini : M.J. Langeveld (1995) :
1)      Pendidikan merupakan upaya manusia dewasa membimbing manusia yang belum dewasa kepada kedewasaan.
2)      Pendidikan ialah usaha menolong anak untuk melaksanakan tugas-tugas hidupnya, agar bisa mandiri, akil-baliq, dan bertanggung jawab secara susila.
3)      Pendidikan adalah usaha mencapai penentuan-diri-susila dan tanggung jawab.
Stella van Petten Henderson : Pendidikan merupakan kombinasai dari pertumbuhan dan perkembangan insani dengan warisan sosial. Kohnstamm dan Gunning (1995) : Pendidikan adalah pembentukan hati nurani. Pendidikan adalah proses pembentukan diri dan penetuan-diri secara etis, sesuai denga hati nurani.
John Dewey (1978) :
Aducation is all one with growing; it has no end beyond itself. (pendidikan adalah segala sesuatu bersamaan dengan pertumbuhan; pendidikan sendiri tidak punya tujuan akhir di balik dirinya).
H.H Horne :
Dalam pengertian luas, pendidikan merupakan perangkat dengan mana kelompok sosial melanjutkan keberadaannya memperbaharui diri sendiri, dan mempertahankan ideal-idealnya.
Encyclopedia Americana (1978) :
  • Pendidikan merupakan sebarang proses yang dipakai individu untuk memperoleh pengetahuan atau wawasan, atau mengembangkan sikap-sikap ataupun keterampilan-keterampilan.
  • Pendidikan adalah segala perbuatan yang etis, kreatif, sistematis dan intensional dibantu oleh metode dan teknik ilmiah, diarahkan pada pencapaian tujuan pendidikan tertentu.
Dari berbagai definisi tersebut di atas dapat kita kita simpulkan bahwa pendidikan merupakan gejala insani yang fundamental dalam kehidupan manusia untuk mengantarkan anak manusia ke dunia peradaban. Pendidikan juga merupakan bimbingan eksistensial manusiawi dan bimbingan otentik, agar anak belajar mengenali jatidirinya yang unik, bisa bertahan hidup, dan mampu memiliki, melanjutkan-mengembangkan warisan-warisan sosial generasi yang terdahulu.

B.     Unsur-Unsur Pendidikan
Proses pendidikan melibatkan banyak hal, yaitu :
1.      Subjek yang dibimbing (peserta didik).
Peserta didik berstatus sebagai subjek didik. Pandangan modern cenderung menyebut demikian oleh karena peserta didik (tanpa pandang usia) adalah subjek atau pribadi yang otonom, yang ingin diakui keberadaannya. Selaku pribadi yang memiliki ciri khas dan otonomi, ia ingin mengembangkan diri (mendidik diri) secara terus menerus guna memecahkan masalah-masalah hidup yang dijumpai sepanjang hidupnya
2.      Orang yang membimbing (pendidik).
Pendidik ialah orang yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan pendidikan dengan sasaran peserta didik. Peserta didik mengalami pendidikannya dalam tiga lingkungan yaitu lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, dan lingkungan masyarakat. Sebab itu yang bertanggung jawab terhadap pendidikan yaitu orang tua, guru, pemimpin program pembelajaran, pelatihan, dan masyarakat/organisasi.
3.      Interaksi antara peserta didik dengan pendidik (interaksi edukatif).
Interaksi edukatif pada dasarnya adalah komunikasi timbal balik antar peserta didik dengan pendidik yang terarah kepada tujuan pendidikan. Pencapaian tujuan pendidikan secara optimal ditempuh melalui proses berkomunikasi intensif dengan memanifulasikan isi, metode serta alat-alat pendidikan. Ke arah mana bimbingan ditujukan (tujuan pendidikan).
4.      Tujuan pendidikan bersifat abstrak karena memuat nilai-nilai yang sifatnya abstrak. Tujuan demikian bersifat umum, ideal, dan kandungannya sangat luas sehingga sulit untuk dilaksanakan di dalam praktek. Sedangkan pendidikan harus berupa tindakan yang ditujukan kepada peserta didik dalam kondisi tertentu, tempat tertentu, dan waktu tertentu dengan menggunakan alat tertentu.
5.      Pengaruh yang diberikan dalam bimbingan (materi pendidikan).
Dalam sistem pendidikan persekolahan, materi telah diramu dalam kurikulum yang akan disajikan sebagai sarana pencapaian tujuan. Materi ini meliputi materi inti maupun muatan lokal. Materi inti bersifat nasional yang mengandung misi pengendalian dan persatuan bangsa. Sedangkan muatan lokal misinya mengembangkan kebhinekaan kekayaan budaya sesuai dengan kondisi lingkungan.
6.      Cara yang digunakan dalam bimbingan (alat dan metode).
Alat dan metode pendidikan merupakan dua sisi dari satu mata uang. Alat melihat jenisnya sedangkan metode melihat efisiensi dan efektifitasnya. Alat dan metode diartikan sebagai segala sesuatu yang dilakukan ataupun diadakan dengan sengaja untuk mencapai tujuan pendidikan.
7.      Tempat peristiwa bimbingan berlangsung (lingkungan pendidikan).
Lingkungan pendidikan biasa disebut tri pusat pendidikan yaitu keluarga, sekolah dan masyarakat.

C.    Tugas dan Peran Guru dalam Proses Belajar-Mengajar
Kegiatan Proses belajar-mengajar meliputi banyak hal sebagaimana yang dikemukakan oleh Adams & Decey dalam Basic Principles Of Student Teaching, antara lain guru sebagai pengajar, pemimpin kelas, pembimbing, pengatur lingkungan, partissipan, ekspeditor, perencana, suvervisor, motivator, penanya, evaluator dan konselor.
a.      Tugas Guru
Guru memiliki tugas yang beragam yang berimplementasi dalam bentuk pengabdian. Tugas tersebut meliputi bidang profesi, bidang kemanusiaan dan bidang kemasyarakatan. Tugas guru sebagai profesi meliputi mendidik, mengajar dan melatih. Mendidik berarti meneruskan dan mengembangkan nilai-nilai hidup dan kehidupan. Mengajar berarti meneruskan dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Sedangkan melatih berarti mengembangkan keterampilan-keterampilan pada siswa.
Tugas guru dalam bidang kemanusiaan adalah memposisikan dirinya sebagai orang tua ke dua. Dimana ia harus menarik simpati dan menjadi idola para siswanya. Adapun yang diberikan atau disampaikan guru hendaklah dapat memotivasi hidupnya terutama dalam belajar. Bila seorang guru berlaku kurang menarik, maka kegagalan awal akan tertanam dalam diri siswa.
Guru adalah posisi yang strategis bagi pemberdayaan dan pembelajaran suatu bangsa yang tidak mungkin digantikan oleh unsur manapun dalam kehidupan sebuah bangsa sejak dahulu. Semakin signifikannya keberadaan guru melaksanakan peran dan tugasnya semakin terjamin terciptanya kehandalan dan terbinanya kesiapan seseorang. Dengan kata lain potret manusia yang akan datang tercermin dari potret guru di masa sekarang dan gerak maju dinamika kehidupan sangat bergantung dari "citra" guru di tengah-tengah masyarakat.

b.      Peran Seorang Guru
1.      Dalam Proses Belajar Mengajar
Sebagaimana telah di ungkapkan diatas, bahwa peran seorang guru sangar signifikan dalam proses belajar mengajar. Peran guru dalam proses belajar mengajar meliputi banyak hal seperti sebagai pengajar, manajer kelas, supervisor, motivator, konsuler, eksplorator, dsb. Yang akan dikemukakan disini adalah peran yang dianggap paling dominan dan klasifikasi guru sebagai:
1)      Demonstrator
2)      Manajer/pengelola kelas
3)      Mediator/fasilitator
4)      Evaluator
2.      Dalam Pengadministrasian
Dalam hubungannya dengan kegiatan pengadministrasian, seorang guru dapat berperan sebagai:
1)      Pengambil insiatif, pengarah dan penilai kegiatan
2)      Wakil masyarakat
3)      Ahli dalam bidang mata pelajaran
4)      Penegak disiplin
5)      Pelaksana administrasi pendidikan
3.       Sebagai Pribadi
Sebagai dirinya sendiri guru harus berperan sebagai:
1)      Petugas sosial
2)      Pelajar dan ilmuwan
3)      Orang tua
4)      Teladan
5)      Pengaman
4.       Secara Psikologis
Peran guru secara psikologis adalah:
1)      Ahli psikologi pendidikan
2)      Relationship
3)      Catalytic/pembaharu
4)      Ahli psikologi perkembangan

D.    Peran Pendidik dalam Dunia Pendidikan
Menurut Undang-Undang Republik Indonesia No. 20 tahun 2003 Bab I Pasal 1 ayat 5 bahwa tenaga kependidikan adalah anggota masyarakat yang mengabdikan diri dan diangkat untuk menunjang penyelenggaraan pendidikan. Sedangkan menurut ayat 6 Pendidik adalah tenaga kependidikan yang berkualifikasi sebagai guru, dosen, konselor, pamong belajar, widyaiswara, tutor, instruktur, fasilitator, dan sebutan lain yang sesuai dengan kekhususannya, serta berpartisipasi dalam menyelenggarakan pendidikan.
Proses belajar/mengajar adalah fenomena yang kompleks. Segala sesuatunya berarti, setiap kata, pikiran, tindakan, dan asosiasi dan sampai sejauh mana kita mengubah lingkungan, presentasi dan rancangan pengajaran, sejauh itu pula proses belajar berlangsung (Lozanov, 1978). Dalam hal ini pengaruh dari peran seorang pendidik sangat besar sekali. Di mana keyakinan seorang pendidik atau pengajar akan potensi manusia dan kemampuan semua peserta didik untuk belajar dan berprestasi merupakan suatu hal yang penting diperhatikan. Aspek-aspek teladan mental pendidik atau pengajar berdampak besar terhadap iklim belajar dan pemikiran peserta didik yang diciptakan pengajar. Pengajar harus mampu memahami bahwa perasaan dan sikap peserta didik akan terlihat dan berpengaruh kuat pada proses belajarnya. (Bobbi DePorter : 2001)
Proses pendidikan merupakan totalitas ada bersama pendidik bersama-sama dengan anak didik; juga berwujud totalitas pengarahan menuju ke tujuan pendidikan tertentu, disamping orde normatif guna mengukur kebaikan dan kemanfaatan produk perbuatan mendidik itu sendiri. Maka perbuatan mendidik dan membentuk manusia muda itu amat sukar, tidak boleh dilakukan dengan  sembrono atau sambil lalu, tetapi benar-benar harus dilandasi rasa tanggung jawab tinggi dan upaya penuh kearifan.
Barang siapa tidak memperhatikan unsur tanggung jawab moril serta pertimbangan rasional, dan perbuatan mendidiknya dilakukan tanpa refleksi yang arif, berlangsung serampangan asal berbuat saja, dan tidak disadari benar, maka pendidik yang melakukan perbuatan sedemikian adalah orang lalai, tipis moralnya, dan bisa berbahaya secara sosial. Karena itu konsepsi pendidikan yang ditentukan oleh akal budi manusia itu sifatnya juga harus etis. Tanpa pertanggungjawaban etis ini perbuatan tersebut akan membuahkan kesewenang-wenangan terhadap anak-didiknya. Peran seorang pengajar atau pendidik selain mentransformasikan ilmu pengetahuan yang dimilikinya kepada anak didik juga bertugas melakukan pembimbingan dan pelatihan serta melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, terutama bagi pendidik pada perguruan tinggi. Hal ini sesuai dengan UU Republik Indonesia No. 20 Pasal 39 ayat 2.
Di samping itu merupakan suatu keharusan bagi setiap pendidik yang bertanggung jawab, bahwa di dalam melaksanakan tugasnya harus berbuat dalam  cara yang sesuai dengan keadaan peserta didik Di mana selain peran yang telah disebutkan di atas, hal yang perlu dan penting dimiliki oleh pendidik yaitu pendidik harus mengetahui psikologis mengenai peserta didik. Dalam proses pendidikan persoalan psikologis yang relevan pada hakikatnya inti persoalan psikologis terletak pada peserta didik, sebab pendidikan adalah perlakuan pendidik terhadap peserta didik dan secara psikologis perlakuan pendidik tersebut harus selaras mungkin dengan keadaan peserta didik. (Sumardi Suryabrata : 2004)

E.     Peran Pendidik dalam Proses Belajar-Mengajar
Proses belajar mengajar merupakan inti dari proses pendidikan secara keseluruhan dengan guru sebagai pemegang peranan utama. Karena Proses belajar-mengajar mengandung serangkaian perbuatan pendidik/guru dan siswa atas dasar hubungan timbal balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan tertentu. Interaksi atau hubungan timbal balik antara guru dan siswa itu merupakan syarat utama bagi berlangsungnya proses belajar-mengajar. Interaksi dalam peristiwa belajar-mengajar ini memiliki arti yang lebih luas, tidak sekedar hubungan antara guru dengan siswa, tetapi berupa interaksi edukatif. Dalam hal ini bukan hanya penyampaian pesan berupa materi pelajaran, melainkan menanamkan sikap dan nilai pada diri siswa yang sedang belajar.
Peran guru dalam proses belajar-mengajar , guru tidak hanya tampil lagi sebagai pengajar (teacher), seperti fungsinya yang menonjol selama ini, melainkan beralih sebagai pelatih (coach), pembimbing (counselor) dan manager belajar (learning manager). Hal ini sudah sesuai dengan fungsi dari peran guru masa depan. Di mana sebagai pelatih, seorang guru akan berperan mendorong siswanya untuk menguasai alat belajar, memotivasi siswa untuk bekerja keras dan mencapai prestasi setinggi-tingginya.
Kehadiran guru dalam proses belajar mengajar atau pengajaran, masih tetap memegang peranan penting. Peranan guru dalam proses pengajaran belum dapat digantikan oleh mesin, radio, tape recorder ataupun oleh komputer yang paling modern sekalipun. Masih terlalu banyak unsur-unsur manusiawi seperti sikap, sistem, nilai, perasaan, motivasi, kebiasaan dan Iain-lain yang diharapkan merupakan hasil dari proses pengajaran, tidak dapat dicapai melalui alat-alat tersebut. Di sinilah kelebihan manusia dalam hal ini guru dari alat-alat atau teknologi yang diciptakan manusia untuk membantu dan mempermudah kehidupannya.
Namun harus diakui bahwa sebagai akibat dari laju pertumbuhan penduduk yang cepat (di Indonesia 2,0% atau sekitar tiga setengah juta lahir manusia baru dalam satu tahun) dan kemajuan teknologi di lain pihak, di berbagai negara maju bahkan juga di Indonesia, usaha ke arah peningkatan pendidikan terutama menyangkut aspek kuantitas berpaling kepada ilmu dan teknologi. Misalnya pengajaran melalui radio, pengajaran melalui televisi, sistem belajar jarak jauh melalui sistem modul, mesin mengajar/ komputer, atau bahkan pembelajaran yang menggunak system E-learning (electronic learning) yaitu pembelajaran baik secara formal maupun informal yang dilakukan melalui media elektronik, seperti internet, CD-ROM, video tape, DVD, TV, handphone, PDA, dan lain-lain (Lende, 2004). Akan tetapi, e-learning pembelajaran yang lebih dominan menggunakan internet (berbasis web).
Sungguhpun demikian guru masih tetap diperlukan. Sebagai contoh dalam pengajaran modul, peranan guru sebagai pembimbing belajar justru sangat dipentingkan. Dalam pengajaran melalui radio, guru masih diperlukan terutama dalam menyusun dan mengembangkan disain pengajaran. Demikian halnya dalam pengajaran melalui televisi.
Dengan demikian dalam sistem pengajaran mana pun, guru selalu menjadi bagian yang tidak terpisahkan, hanya peran yang dimainkannya akan berbeda sesuai dengan tuntutan sistem ter­sebut. Dalam pengajaran atau proses belajar mengajar guru memegang peran sebagai sutradara sekaligus aktor. Artinya, pada gurulah tugas dan tanggung jawab merencanakan dan melaksanakan pengajaran di sekolah.
Sebagaimana telah di ungkapkan diatas, bahwa peran seorang guru sangatlah signifikan dalam proses belajar mengajar. Peran guru dalam proses belajar mengajar meliputi banyak hal seperti sebagai pengajar, manajer kelas, supervisor, motivator, konsuler, eksplorator, dsb. Yang akan dikemukakan disini adalah peran yang dianggap paling dominan dan klasifikasi guru sebagai:
1)      Demonstrator
2)      Manajer/pengelola kelas
3)      Mediator/fasilitator
4)      Evaluator

1) Guru sebagai demonstrator
Melalui peranannya sebagai demonstrator, lecturer, atau pengajar, guru hendaknya senantiasa menguasai bahan atau materi pelajaran yang akan diajarkannya serta senantiasa mengembangkannya dalam arti meningkatkan kemampuannya dalam hal ilmu yang dimilikinya karena hal ini akan sangat menetukan hasil belajar yang dicapai oleh siswa. Salah satu hal yang harus diperhatikan oleh guru ialah bahwa ia sendiri adalah pelajar. Ini berarti bahwa guru harus belajar terus-menerus. Dengan cara demikian ia akan memperkaya dirinya dengan berbagai ilmu pengetahuan sebagai bekal dalam melaksanakan tugasnya sebagai demonstrator sehingga mampu memperagakan apa yang diajarkannya secara didaktis. Maksudnya ialah agar apa yang disampaikannya itu betul-betul dimiliki oleh anak didik.

2) Guru Sebagai Pengelola Kelas
Mengajar dengan sukses berarti harus ada keterlibatan siswa secara aktif untuk belajar. Keduanya berjalan seiring, tidak ada yang mendahului antara mengajar dan belajar karena masing-masing memiliki peran yang memberikan pengaruh satu dengan yang lainnya. Keberhasilan/kesuksesan  guru mengajar ditentukan oleh aktivitas siswa dalam belajar, demikian juga keberhasilan siswa dalam belajar ditentukan pula oleh peran guru dalam mengajar. Mengajar berarti menyampaikan atau menularkan pengetahuan dan pandangan (Ad. Rooijakkers, 1990:1). William Burton mengemukakan bahwa mengajar diartikan upaya memberikan stimulus, bimbingan, pengarahan, dan dorongan kepada siswa agar terjadi proses belajar. Dalam hal ini peranan guru sangat penting dalam mengelola kelas agar terjadi PBM bias berjalan dengan baik.
Mengajar adalah aktivitas/kegiatan yang dilakukan guru dalam kelas atau lingkungan sekolah. Dalam proses mengajar, pastilah ada tujuan yang hendak dicapai oleh guru yaitu agar siswa memahami, mengerti, dan dapat mengaplikasikan ilmu yang  mereka dapatkan. Tujuan mengajar juga diartikan sebagai cara untuk mengadakan perubahan yang dikehendaki dalam tingkah laku seorang siswa (Muchtar & Samsu, 2001:39).
Dalam hal ini tentu saja guru berharap siswa mau belajar, baik dalam jam pelajaran tersebut atau sesudah materi dari guru ia terima. Menurut Sagala (2003:12), belajar adalah kegiatan individu memperoleh pengetahuan, perilaku, dan keterampilan dengan cara mengolah bahan belajar. Proses belajar mengajar akan berlangsung dengan baik jika guru dan siswa sama-sama mengerti bahan apa yang akan dipelajari sehingga terjadi suatu interaksi yang aktif dalam PBM di kelas dan hal ini menjadi kunci kesuksesan dalam mengajar. Dengan demikian proses pembelajaran terjadi  dalam diri siswa. Pembelajaran merupakan suatu proses di mana lingkungan seseorang secara disengaja dikelola untuk memungkinkan siswa turut  merespon situasi tertentu yang ia hadapi (Corey, 1986:195)
Siswa sebagai subjek belajar, mempunyai pandangan/harapan dalam dirinya untuk seorang guru yang mereka anggap sukses mengajar di kelas. Apa sajakah pandangan para siswa tersebut? Menurut Etiwati seorang Guru SMK PENABUR yang penulis kutip dari situs SMK 4 PENABUR dia menyebutkan bahwa para siswa menilai guru yang sukses mengajar itu adalah guru yang:
  • tidak membuat siswa bosan dan takut
  • mempunyai selera humor
  • tidak mudah marah
  • mau diajak berdialog dengan siswa
  • menghargai pendapat siswa dan tidak mudah menyalahkan
  • menghargai keberadaan siswa
  • tidak pilih kasih terhadap  siswa
  • menguasai & menjelaskan materi dengan baik dan dimengerti oleh siswa serta mau memaparkan kembali ketika ada siswa belum jelas/belum paham.
Ternyata beragam pendapat siswa tersebut tidak ada satupun yang menganggap kesuksesan seorang guru jika seluruh kelas tuntas saat uji ompetensi/ulangan. Jika demikian, apakah ketuntasan dalam  ujian menjadi tidak perlu? Para siswa menjawab bahwa ketuntasan dalam ujian merupakan bagian tanggung jawab siswa dalam belajar karena hal tersebut berhubungan dengan keberhasilan individu. Namun, sebagai guru, kita pun tentu tidak akan melepaskan tanggung jawab atas hasil belajar siswa.
Selain siswa, penulis pun dapat sedikitnya menggambarkan pendapat para guru tentang topik tersebut.  Bapak & ibu guru berpendapat bahwa mengajar dengan sukses itu:
  • jika siswa dapat menerima materi/bahan ajar  dan hasilnya sesuai target yang diharapkan,
  • jika siswa antusias menyimak dan memberikan pertanyaan mendalam tentang materi yang mereka terima serta mengaplikasikannya,
  • jika program tercapai tepat waktu, materi dapat diterima siswa, dan terjadi perubahan dalam diri siswa
  • jika mampu membuat siswa mengerti apa yang diajarkan oleh guru serta ada perubahan dalam diri siswa, dan mereka me rasa nyaman dalam PBM,
  • jika dapat menyampaikan materi dengan cara/metode yang baik dan menarik, siswa memahami serta merespon dengan positif, aktif, dan hasil evaluasinya baik,
  • jika suasana kelas kondusif untuk belajar,
  • jika ada interaksi dalam PBM secara aktif, perubahan terjadi pada semua aspek.
Dari berbagai pendapat di atas dapat penulis simpulkan bahwa mengajar dengan sukses adalah jika guru dapat memberikan materi kepada siswa dengan media dan metode yang menarik, menciptakan situasi belajar yang  kondusif dalam kelas sehingga tercipta interaksi belajar aktif. Dengan begitu akan terjadi proses perubahan dalam diri siswa bukan hanya pada hasil belajar tetapi juga pada perilaku dan sikap siswa.
Jadi, mengajar dengan sukses itu tidak hanya semata-mata memberikan pengetahuan yang bersifat kognitif saja, tetapi di dalamnya harus ada perubahan berpikir, sikap, dan kemauan  supaya siswa mau terus belajar. Timbulnya semangat belajar dalam diri siswa untuk  mencari sumber-sumber belajar lain merupakan salah satu indikasi bahwa guru sukses mengajar siswanya. Dengan demikian kesuksesan dalam mengajar adalah seberapa dalam siswa termotivasi untuk mau terus belajar sehingga mereka akan menjadi manusia-manusia pembelajar. Caranya? Sebagai guru mari kita mau membuka diri dan melihat secara jernih apa yang menjadi harapan siswa dalam diri kita

3) Guru sebagai mediator dan fasilitator
Sebagai mediator guru hendaknya memiliki pengetahuan dan pemahaman yang cukup tentang media pendidikan karena media pendidikan merupakan alat komunikasi guna lebih mengefektifkan proses belajar-mengajar. Dengan demikian jelaslah bahwa media pendidikan merupakan dasar yang sangat diperlukan yang bersifat melengkapi dan merupakan bagian integral demi berhasilnya proses pendidikan.
Sebagai fasilitator guru hendaknya mampu mengusahakan sumber belajar
yang kiranya berguna serta dapat menunjang pencapaian tujuan dan proses
belajar-mengajar, baik yang berupa narasumber, buku teks, majalah ataupun surat
kabar.

4) Guru sebagai evaluator
Dalam dunia pendidikan, setiap jenis pendidikan atau bentuk pendidikan pada waktu-waktu tertentu selama satu periode pendidikan akan diadakan evaluasi, artinya pada waktu-waktu tertentu selama satu periode pendidikan tadi orang selalu mengadakan penilaian terhadap hasil yang telah dicapai, baik oleh pihak terdidik maupun oleh pendidik. Penilaian perlu dilakukan, karena dengan penilaian guru dapat mengetahui keberhasilan pencapaian tujuan, penguasaan siswa terhadap pelajaran, serta ketepatan atau keefektifan metode mengajar.
Selengkapnya...

makalah media pembelajaran



A.   Pengertian

Media  Pembelajaran Kata  media  merupakan  bentuk  jamak  dari  kata  medium Medium dapat didefinisikan sebagai perantara atau pengantar terjadinya komunikasi  dari pengirim  menuju  penerima  (Heinich et.al ,  2002;  Ibrahim,  1997;  Ibrahim et.al,2001). Media  merupakan  salah  satu komponen  komunikasi,  yaitu  sebagai pembawa  pesan  dari komunikator  menuju  komunikan.  Berdasarkan  definisi  tersebut,  dapat  dikatakan  bahwa proses  pembelajaran  merupakan  proses  komunikasi.
Proses  pembelajaran  mengandung lima  komponen  komunikasi,  guru  (komunikator),  bahan  pembelajaran,  media pembelajaran, siswa (komunikan), dan tujuan pembelajaran. Media  pembelajaran  dalam  proses  belajar  mengajar  dapat  membangkitkan keinginan dan minat yang baru, membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar, dan bahkan membawa pengaruh – pengaruh psikologi terhadap siswa. Selain membangkitkan motivasi dan minat siswa, media pembelajaran juga  dapat membantu  siswa  meningkatkan  pemahaman,  menyajikan  data  dengan  menarik  dan terpercaya, memudahkan penafsiran data, dan memadatkan informasi. Sedangkan menurut para  pakar bahwa media pembelajaran  meliputi  alat  yang secara  fisik  digunakan  untuk menyampaikan isi materi  pengajaran yang  terdiri  dari buku,  tape  recorder, kaset, videocamera, video recorder, film, slide (gambar), foto, gambar, grafik, televisi dan computer(Gagne dan Briggs: 1975). Jadi,  media  pembelajaran  adalah  segala  sesuatu  yang  dapat  digunakan  untuk menyalurkan  pesan  (bahan  pembelajaran),  sehingga  dapat  merangsang  perhatian,  minat, pikiran,  dan  perasaan  siswa  dalam  kegiatan  belajar  mengajar  untuk  mencapai  tujuan belajar.

B.   Fungsi dan Manfaat

Fungsi Media Pembelajaran. Dalam proses pembelajaran, media memiliki fungsi sebagai  pembawa  informasi  dari  sumber  (guru)  menuju  penerima  (siswa).  Sedangkan metode adalah prosedur untuk membantu siswa dalam menerima dan mengolah informasi guna mencapai tujuan pembelajaran. Fungsi media pembelajaran, diantaranya sebagai berikut:
1.      Fungsi atensi
Media dapat  menarik dan mengarahkan  perhatian siswa untuk  berkonsentrasi pada isi pelajaran yang berkaitan dengan makna yang ditampilkan dalam materi pelajaran.
2.      Fungsi afektif
Fungsi  media  dapat  terlihat  dari  tingkat  kenikmatan  siswa/mahasiswa  ketika  proses belajar mengajar berlangsung.
3.      Fungsi kognitif
Media  dapat  mengungkapkan  bahwa  lambang  visual  atau  gambar  memperlancar pencapaian  tujuan  untuk  memahami  dan  mengingat  informasi  atau  pesan  yang terkandung dalam gambar.
4.      Fungsi kompensatoris
Media  pembelajaran  terlihat  dari  hasil  penelitian  konteks  untuk  memahami  teks, membantu  siswa  yang  lemah  dalam  membaca,  untuk  mengorganisasikan  informasi dalam teks dan mengingatnya kembali
5.      Fungsi Psikomotoris
Fungsi  ini  diberikan  dengan  maksud  untuk  menggerakkan  siswa  melakukan  suatu kegiatan, terutama yang berkenaan dengan hafalan-hafalan.
6.      Fungsi Evaluasi
Fungsi  evaluasi  dimaksudkan  agar  segala  kegiatan  belajar  mengajar   yang  telah dilaksanaka  dapat  dilakukan  penilaian  kemampuan  siswa  dalam  merespon pembelajaran.
Manfaat Media Pembelajaran. Secara umum manfaat media pembelajaran ialah dapat dikatakan untuk memperlancar interaksi antara guru dengan siswa sehingga kegiatan belajar  mengajar  lebih  optimal,  efektif,  dan  efisien  baik  dari  segi  teroritis  maupun praktikum yang pada akhirnya teraplikasi dalam tindakan.
Sedangkan  secara  lebih  spesifikasi  manfaat  media  pembelajaran  yang  telah terakumulasi dari beberapa pendapat pakar adalah:
1.     Penyampaian materi pembelajaran dapat diseragamkan Dengan  bantuan  media  pembelajaran,  penafsiran  yang  berbeda  antar   guru  dapat dihindari  dan  dapat  mengurangi  terjadinya  kesenjangan  informasi  diantara  siswa dimanapun berada.
2.     Proses pembelajaran menjadi lebih jelas dan menarik Media dapat  menampilkan informasi melalui suara, gambar, gerakan dan warna, baik secara alami maupun manipulasi, sehingga membantu guru untuk menciptakan suasana belajar menjadi lebih hidup, tidak monoton dan tidak membosankan.
3.     Proses pembelajaran menjadi lebih interaktif .  Dengan media akan terjadinya komukasi dua arah secara aktif, sedangkan tanpa media guru cenderung bicara satu arah.
4.     Efisiensi dalam waktu dan tenaga Dengan media tujuan belajar akan lebih mudah tercapai secara maksimal dengan waktu dan  tenaga  seminimal  mungkin.  Guru  tidak  harus  menjelaskan  materi  ajaran  secara berulang-ulang,  sebab  dengan  sekali  sajian  menggunakan  media,  siswa  akan  lebih mudah memahami pelajaran.
5.     Meningkatkan kualitas hasil belajar siswa Media  pembelajaran  dapat  membantu siswa menyerap  materi belajar  lebih mandalam dan utuh.
6.      Media memungkinkan proses belajar dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja.Media  pembelajaran  dapat  dirangsang  sedemikian  rupa  sehingga  siswa  dapat melakukan  kegiatan  belajar  dengan  lebih  leluasa  dimanapun  dan  kapanpun  tanpa tergantung seorang guru. Perlu kita sadari waktu belajar di sekolah sangat terbatas dan waktu terbanyak justru di luar lingkungan sekolah.
7.      Media dapat menumbuhkan sikap positif siswa terhadap materi dan proses belajar Proses pembelajaran menjadi lebih menarik sehingga mendorong siswa untuk mencintai ilmu pengetahuan dan gemar mencari sendiri sumber-sumber ilmu pengetahuan.
8.     Mengubah peran guru ke arah yang lebih positif dan produktifGuru  dapat  berbagi  peran  dengan  media  sehingga  banyak  mamiliki  waktu  untuk memberi  perhatian  pada  aspek-aspek  edukatif  lainnya,  seperti  membantu  kesulitan belajar siswa, pembentukan kepribadian, memotivasi belajar, dan lain sebagainya.

C.   Pengenalan Beberapa Media Pembelajaran
Ada beberapa jenis media pembelajaran yang biasa digunakan dalam proses belajar mengajar, antara lain :
1.     Media Grafis
Media  grafis  termasuk  media  visual,  sebagaimana  halnya  media  yang  lain  media  grafis berfungsi  menyalurkan  pesan  dari  sumber  kepenerima  pesan.  Saluran  yang  dipakai menyangkut indera penglihatan.pesan yang akan disampaikan dituangkan kedalam simbol-simbol komunikasi visual. Banyak jenis media grafis diantaranya:
a.     Gambar atau Foto
Di  antara media  pendidikan, gambar/foto  adalah media yang  paling umum dipakai. Gambar/foto merupakan bahasa yang paling umum, yang dapat dimengerti dan dapat dinikmati dimana-mana.
b.     Sketsa
Sketsa  adalah  gambar  yang  sederhana  atau  draf  kasar  yang  melukiskan  bagian-bagian  pokoknya  tanpa  detail.  Karena  setiap  orang  yang  normal  dapat  belajar menggambar, maka setiap guru yang baik dapatlah menuangkan ide-idenya kedalam bentuk sketsa. Sketsa, selain dapat menarik perhatian murid, menghindari verbalisme dan dapat  memperjelas penyampaian  pesan, harganya  pun tidak perlu dipersoalkan sebab madia ini dibuat langsung oleh guru.
c.     Diagram
Sebagai suatu gambar sederhana yang  menggunakan garis-garis dan simbol-simbol, diagram atau skema menggambarkan struktur dari objek secara garis besar. Diagram menunjukkan  hubungan  yang  ada  antar  komponennya  atau  sifat-sifat  proses  yang ada.  Diagram pada umumnya berisi petunjuk-petunjuk.  Diagram menyaderhanakan hal yang kompleks sehingga dapat memperjelas penyajian pesan.
d.     Bagan/Chart
Sepeti  halnya  media  grafis  yang  lain,  bagan  atau  carta  termasuk  media  visual. Fungsinya yang pokok adalah menyajikan ide-ide atau konsep-konsep yang sulit bila hanya  disampaikan  secara  tertulis  atau  lisan  secara  visual.  Bagan  juga  mampu memberikan  ringkasan  butir-butir  penting  dari  suatu  persentasi.  Pesan  yang  akan disampaikan  biasanya  burupa  ringkasan  visual  suatu  proses,  perkembangan  atau hubungan-hubungan penting.
e.     Grafik (Graphs)
Sebagai  suatu  media  visual,  grafik  adalah  gambar  sederhana  yang  menggunakan titik-titik, garis atau gambar. Untuk melengkapinya sering kali simbol-simbol verbal digunakan pada grafik. Fungsi  grafik adalah untuk menggambarkan data kuantitatif secara  teliti,  menerangkan  perkembangan  atau  perbandingan  sesuatu  objek  atau peristiwa yang saling berhubungan secara singkat dan jelas. Ber beda dengan bagan, grafik  disusun  berdasarkan  prisip-prinsip  matematik  dan  menggunakan  data-data komparatif.
2.     Teks
Media ini membantu pembelajar fokus pada materi yang disiswai karena pembelajar cukup mendengarkan  tanpa  melakukan  aktivitas  lain  yang  menuntut  konsentrasi,  serta  sangat cocok bila digunakan sebagai media untuk memberikan motivasi.
3.     Audio
Media  audio  memudahkan  dalam  mengidentifikasi  obyek-obyek,  mengklasifikasikan obyek,  mampu menunjukkan  hubungan spatial dari suatu obyek, membantu  menjelaskan konsep abstrak menjadi konkret. Conto dari media audio ialah radio dan tape recorder.
4.     Animasi
Media  Animasi  mampu  menunjukkan  suatu  proses  abstrak  di  mana  pengguna  ingin melihat  pengaruh  perubahan  suatu  variabel  terhadap  proses  tersebut.  Namun  media Animasi menyediakan suatu tiruan yang bila dilakukan pada peralatan yang sesungguhnya terlalu mahal untuk mendapatkannya atau berbahaya dan berbagai macam kendala lainnya.
5.     Video
Video mungkin saja kehilangan detail dalam pemaparan materi karena siswa harus mampu mengingat  detail  dari scene  to  scene
(per  adegan).  Umumnya  pengguna  menganggap belajar melalui video lebih mudah dibandingkan melalui  teks sehingga pengguna kurang terdorong  untuk  lebih  aktif  di  dalam  berinteraksi  dengan  materi.  Video  memaparkan keadaan  riil  dari  suatu  proses,  fenomena  atau  kejadian  sehingga  dapat  memperkaya pemaparan.  Video  sangat  cocok  untuk  mengajarkan  materi  dalam  ranah  perilaku  atau psikomotor. Pengelompokkan  media  yang  banyak  dianut  oleh  para  pengelolah  pendidikan  adalah seperti  yang  disampaikan  oleh  Kemp  dan  Dayton  (1985).  Oleh  mereka,  Media Pembelajaran dikelompokkan menjadi 10 kelompok yaitu:
1.     Cetak
2.     Audio
3.     Audio-Cetak
4.     Proyeksi Visual Diam (OverHead Transparan/OHT)
5.     Proyeksi Visual Diam Dengan Audio
6.     Visual Gerak
7.     Visual Gerak Dengan Audio
8.     Benda
9.     Manusia Dan Sumber Lingkungan
10.            Komputer

D.   Pemilihan Media Pembelajaran
Berdasarkan  ketersediaannya  media  dapat  dikelompokkan  menjadi  Media  Jadi (Media By Utilization) dan Media Rancangan (Media By Design) alasan utama seseorang menggunakan  media  adalah  media  dapat  berbuat  lebih  dari  biasa  yang  dilakukan. Pemilihan media dilakukan agar penggunaan media dapat mencapai tujuan pembelajaran, maka haruslah dipilih media pembelajaran yang sesuai dengan tujuan pembelajaran.
Haruslah  diketahui  bahwa  media  merupakan  komponen  dari  keseluruhan  system pembelajaran.  Minimal  ada  empat  hal  yang  perlu  diperhatikan  dalam  memilih  media pengajaran, yaitu:
1.     Alasan meililih media, hal ini perlu karena adanya berbagai macam media, ada media yang hanya cocok digunakan untuk menyampaikan informasi tertentu, ada perbedaan karakteristik setiap media, ada perbedaan pemakai, dan perbedaan situasi dan kondisi.
2.     Waktu yang tepat memilih media, dilakukan setelah mengetahui tujuan instruksional, sebelum  melaksanakan  program  pengajaran,  atau  dengan  kata  lain  pada  waktu merencanakan program pengajaran.
3.     Pemilihan  media,  dilakukan  oleh  guru,  penyusun  desain  instruksional  seorang profesional dalam kemediaan
4.     Cara memilih media, media yang dipilih harus paling baik. Baik dan buruknya media diukur sampai sejauh mana media itu dapat menyalurkan informasi, dan sejauh mana media tersebut  dapat menunjang tercapainya tujuan instruksional.
Adapun dalam memilih media, perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut:
v  memahami karakteristik setiap media,
v  sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai,
v  sesuai dengan metode pengajaran yang kita gunakan,
v  sesuai dengan materi yang kita komunikasikan,
v  sesuai dengan keadaan siswa,
v  sesuai dengan situasi dan kondisi lingkungan, kemudahan memperoleh media,
v  sesuai keterampilan guru dalam menggunakannya,
v  ketersediaan waktu dalam menggunakannya,
v  sesuai dengan taraf berpikir siswa.

E.   Penggunaan Media Pembelajaran
Penggunaan  media  pengajaran  dapat  membantu  pencapaian  keberhasilan  belajar. Ditegaskan  oleh  Danim  (1995:1)  bahwa  hasil  penelitian  telah  banyak  membuktikan efektivitas  pengunaan  alat  bantu  atau  media  dalam  proses  belajar  mengajar  di  kelas, terutama  dalam  hal  pengingkatan  prestasi  siswa.  Terbatasnya  media  yang  dipergunakan dalam kelas diduga merupakan salah satu penyebab lemahnya mutu belajar siswa.
Dengan demikian penggunaan media dalam pengajaran di kelas merupakan sebuah kebutuhan  yang tidak  dapat  diabaikan.  Hal  ini  dapat  dipahami  mengingat  proses  belajar yang dialami siswa tertumpu pada berbagai kegiatan menambah ilmu dan wawasan untuk bekal  hidup  di  masa  sekarang  dan  masa  akan  datang.  Salah  satu  upaya  yang  harus ditempuh adalah bagaimana  menciptakan  situasi  belajar  yang  memungkinkan  terjadinya proses pengalaman belajar  pada  diri siswa  dengan  menggerakkan segala  sumber  belajar dan cara belajar yang efektif dan efisien.
Sasaran  dari  penggunaan  media  adalah  agar  anak  didik  mampu  menciptakan sesuatu yang baru dan mampu memanfaatkan sesuatu yang telah ada untuk dipergunakan dengan bentuk dan variasi yang lain yang berguna dalam kehidupannya. Dengan demikian mereka  dengan  mudah  mengerti  dan  memahami  materi  pelajaran  yang  disampaikan kepada mereka.
Tiga  kemungkinan  yang  terjadi  dalam  peng-evaluasi-an  dari  penggunaan  media pembelajaran, yaitu :
1.     Apabila  media  yang digunakan  terdapat  sesuatu  kekurangan  maka  kemungkinan media tersebut akan dimodifikasi.
2.     Apabila  media  yang  digunakan  sama  sekali  tidak  menghasilkan  tujuan  dari  apa yang  diinginkan,  maka  akan  dilakukan  perombakan  total  terhadap  penggunaan media tersebut.
3.     Apabila  media  yang  dipergunakan  telah  mencapai  tujuan  yang  diinginkan  maka media tersebut dianggap baik dan dapat dipertahankan.











BAB III
PENUTUP
A.   Kesimpulan
Proses belajar mengajar seringkali dihadapkan pada materi yang abstrak dan di luar pengalaman  siswa sehari-hari, sehingga  materi  ini  menjadi sulit diajarkan guru dan sulit dipahami  siswa.  Pemilihan  media  dalam  pembelajaran  merupakan  salah  satu  cara  yang dapat  dilakukan  untuk mengkonkritkan  sesuatu  yang  abstrak.  Gambar  dua  dimensi  atau model  tiga  dimensi  adalah  visualisasi  yang  sering  dilakukan  dalam  proses  belajar mengajar. 
Pada  era  informatika  visualisasi  berkembang  dalam  bentuk  gambar  bergerak (animasi) yang dapat ditambahkan suara (audio). Konsep permainan  dalam pembelajaran  digabung dengan  media  yang  digunakan untuk  menghasilkan  pengalaman  pembelajaran  yang  menyenangkan.  Sesi  pembelajaran bisa  disesuaikan dengan  tahap penerimaan dan  pemahaman siswa. Upaya  membuat  anak betah  belajar  di  sekolah  dengan  pemilihan  media  yang  tepat  merupakan  kebutuhan, sehingga sekolah tidak lagi menjadi ruangan yang menakutkan dengan berbagai tugas dan ancaman  yang  justru  mengkooptasi  kemampuan  atau  potensi  dalam  diri  siswa.
Pemanfaatan  teknologi  merupakan  kebutuhan  mutlak  dalam  dunia  pendidikan  sehingga sekolah  benar-benar  menjadi  ruang  belajar  dan  tempat  siswa  mengembangkan kemampuannya  secara  optimal,  dan  nantinya  mampu  berinteraksi  ke  tengah-tengah masyarakatnya.  Lulusan  sekolah  yang  mampu  menjadi  bagian  intergral  peradaban masyarakatnya


B.   SARAN
Dalam proses pembelajaran diperlukan kreativitas dan inovasi yang terus menerus. Proses  kreatif  dan  inovatif  dapat  dilakukan  oleh  guru  melalui  kegiatan-kegiatan pembelajaran yang menarik, membangkitkan keingintahuan pada siswa, memotivasi siswa dalam berpikir kreatif dan merangsang untuk menemukan hal-hal baru pada guru maupun siswa. Sebagai tugas pokok guru adalah merangsang terciptanya proses  pembelajaran aktif, kreatif, inovatif, dan menyenangkan serta efektif dan efisien di kelas. Sehingga sasar an dan target  dari  kebijakan  pendidikan  dapat  tercapai  dan  dapat  diwujudkan  seperti  yang diamanatkan dalam Tujuan Pendidikan Nasional.


DAFTAR PUSTAKA
http://www.slideshare.net/suediahmad/pemanfaatan-media-pembelajaran.html
http://ictcommunity.multiply.com/journal/item/17/PEMANFAATAN_MEDIA_BERBASIS_ICT_TERHADAP_PEMBELAJARAN_DI_SEKOLAH.html
http://mfadil.blog.unje.ac.id/pemanfaatan-media-pembelajaran.html
http://math04-uinmks.blogspot.com/2008/jenis-jenis-media-pembelajara.html
http://terdidik.com/2009/10/26/arti-fungsi-media-pendidikan.html
http://m.kompasiana.com/?act=r&id=39621
http://akhmadsudrajat.wordpress.com/
http://one.indoskripsi.com/
Selengkapnya...