Selasa, 05 April 2011

makalah media pembelajaran



A.   Pengertian

Media  Pembelajaran Kata  media  merupakan  bentuk  jamak  dari  kata  medium Medium dapat didefinisikan sebagai perantara atau pengantar terjadinya komunikasi  dari pengirim  menuju  penerima  (Heinich et.al ,  2002;  Ibrahim,  1997;  Ibrahim et.al,2001). Media  merupakan  salah  satu komponen  komunikasi,  yaitu  sebagai pembawa  pesan  dari komunikator  menuju  komunikan.  Berdasarkan  definisi  tersebut,  dapat  dikatakan  bahwa proses  pembelajaran  merupakan  proses  komunikasi.
Proses  pembelajaran  mengandung lima  komponen  komunikasi,  guru  (komunikator),  bahan  pembelajaran,  media pembelajaran, siswa (komunikan), dan tujuan pembelajaran. Media  pembelajaran  dalam  proses  belajar  mengajar  dapat  membangkitkan keinginan dan minat yang baru, membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar, dan bahkan membawa pengaruh – pengaruh psikologi terhadap siswa. Selain membangkitkan motivasi dan minat siswa, media pembelajaran juga  dapat membantu  siswa  meningkatkan  pemahaman,  menyajikan  data  dengan  menarik  dan terpercaya, memudahkan penafsiran data, dan memadatkan informasi. Sedangkan menurut para  pakar bahwa media pembelajaran  meliputi  alat  yang secara  fisik  digunakan  untuk menyampaikan isi materi  pengajaran yang  terdiri  dari buku,  tape  recorder, kaset, videocamera, video recorder, film, slide (gambar), foto, gambar, grafik, televisi dan computer(Gagne dan Briggs: 1975). Jadi,  media  pembelajaran  adalah  segala  sesuatu  yang  dapat  digunakan  untuk menyalurkan  pesan  (bahan  pembelajaran),  sehingga  dapat  merangsang  perhatian,  minat, pikiran,  dan  perasaan  siswa  dalam  kegiatan  belajar  mengajar  untuk  mencapai  tujuan belajar.

B.   Fungsi dan Manfaat

Fungsi Media Pembelajaran. Dalam proses pembelajaran, media memiliki fungsi sebagai  pembawa  informasi  dari  sumber  (guru)  menuju  penerima  (siswa).  Sedangkan metode adalah prosedur untuk membantu siswa dalam menerima dan mengolah informasi guna mencapai tujuan pembelajaran. Fungsi media pembelajaran, diantaranya sebagai berikut:
1.      Fungsi atensi
Media dapat  menarik dan mengarahkan  perhatian siswa untuk  berkonsentrasi pada isi pelajaran yang berkaitan dengan makna yang ditampilkan dalam materi pelajaran.
2.      Fungsi afektif
Fungsi  media  dapat  terlihat  dari  tingkat  kenikmatan  siswa/mahasiswa  ketika  proses belajar mengajar berlangsung.
3.      Fungsi kognitif
Media  dapat  mengungkapkan  bahwa  lambang  visual  atau  gambar  memperlancar pencapaian  tujuan  untuk  memahami  dan  mengingat  informasi  atau  pesan  yang terkandung dalam gambar.
4.      Fungsi kompensatoris
Media  pembelajaran  terlihat  dari  hasil  penelitian  konteks  untuk  memahami  teks, membantu  siswa  yang  lemah  dalam  membaca,  untuk  mengorganisasikan  informasi dalam teks dan mengingatnya kembali
5.      Fungsi Psikomotoris
Fungsi  ini  diberikan  dengan  maksud  untuk  menggerakkan  siswa  melakukan  suatu kegiatan, terutama yang berkenaan dengan hafalan-hafalan.
6.      Fungsi Evaluasi
Fungsi  evaluasi  dimaksudkan  agar  segala  kegiatan  belajar  mengajar   yang  telah dilaksanaka  dapat  dilakukan  penilaian  kemampuan  siswa  dalam  merespon pembelajaran.
Manfaat Media Pembelajaran. Secara umum manfaat media pembelajaran ialah dapat dikatakan untuk memperlancar interaksi antara guru dengan siswa sehingga kegiatan belajar  mengajar  lebih  optimal,  efektif,  dan  efisien  baik  dari  segi  teroritis  maupun praktikum yang pada akhirnya teraplikasi dalam tindakan.
Sedangkan  secara  lebih  spesifikasi  manfaat  media  pembelajaran  yang  telah terakumulasi dari beberapa pendapat pakar adalah:
1.     Penyampaian materi pembelajaran dapat diseragamkan Dengan  bantuan  media  pembelajaran,  penafsiran  yang  berbeda  antar   guru  dapat dihindari  dan  dapat  mengurangi  terjadinya  kesenjangan  informasi  diantara  siswa dimanapun berada.
2.     Proses pembelajaran menjadi lebih jelas dan menarik Media dapat  menampilkan informasi melalui suara, gambar, gerakan dan warna, baik secara alami maupun manipulasi, sehingga membantu guru untuk menciptakan suasana belajar menjadi lebih hidup, tidak monoton dan tidak membosankan.
3.     Proses pembelajaran menjadi lebih interaktif .  Dengan media akan terjadinya komukasi dua arah secara aktif, sedangkan tanpa media guru cenderung bicara satu arah.
4.     Efisiensi dalam waktu dan tenaga Dengan media tujuan belajar akan lebih mudah tercapai secara maksimal dengan waktu dan  tenaga  seminimal  mungkin.  Guru  tidak  harus  menjelaskan  materi  ajaran  secara berulang-ulang,  sebab  dengan  sekali  sajian  menggunakan  media,  siswa  akan  lebih mudah memahami pelajaran.
5.     Meningkatkan kualitas hasil belajar siswa Media  pembelajaran  dapat  membantu siswa menyerap  materi belajar  lebih mandalam dan utuh.
6.      Media memungkinkan proses belajar dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja.Media  pembelajaran  dapat  dirangsang  sedemikian  rupa  sehingga  siswa  dapat melakukan  kegiatan  belajar  dengan  lebih  leluasa  dimanapun  dan  kapanpun  tanpa tergantung seorang guru. Perlu kita sadari waktu belajar di sekolah sangat terbatas dan waktu terbanyak justru di luar lingkungan sekolah.
7.      Media dapat menumbuhkan sikap positif siswa terhadap materi dan proses belajar Proses pembelajaran menjadi lebih menarik sehingga mendorong siswa untuk mencintai ilmu pengetahuan dan gemar mencari sendiri sumber-sumber ilmu pengetahuan.
8.     Mengubah peran guru ke arah yang lebih positif dan produktifGuru  dapat  berbagi  peran  dengan  media  sehingga  banyak  mamiliki  waktu  untuk memberi  perhatian  pada  aspek-aspek  edukatif  lainnya,  seperti  membantu  kesulitan belajar siswa, pembentukan kepribadian, memotivasi belajar, dan lain sebagainya.

C.   Pengenalan Beberapa Media Pembelajaran
Ada beberapa jenis media pembelajaran yang biasa digunakan dalam proses belajar mengajar, antara lain :
1.     Media Grafis
Media  grafis  termasuk  media  visual,  sebagaimana  halnya  media  yang  lain  media  grafis berfungsi  menyalurkan  pesan  dari  sumber  kepenerima  pesan.  Saluran  yang  dipakai menyangkut indera penglihatan.pesan yang akan disampaikan dituangkan kedalam simbol-simbol komunikasi visual. Banyak jenis media grafis diantaranya:
a.     Gambar atau Foto
Di  antara media  pendidikan, gambar/foto  adalah media yang  paling umum dipakai. Gambar/foto merupakan bahasa yang paling umum, yang dapat dimengerti dan dapat dinikmati dimana-mana.
b.     Sketsa
Sketsa  adalah  gambar  yang  sederhana  atau  draf  kasar  yang  melukiskan  bagian-bagian  pokoknya  tanpa  detail.  Karena  setiap  orang  yang  normal  dapat  belajar menggambar, maka setiap guru yang baik dapatlah menuangkan ide-idenya kedalam bentuk sketsa. Sketsa, selain dapat menarik perhatian murid, menghindari verbalisme dan dapat  memperjelas penyampaian  pesan, harganya  pun tidak perlu dipersoalkan sebab madia ini dibuat langsung oleh guru.
c.     Diagram
Sebagai suatu gambar sederhana yang  menggunakan garis-garis dan simbol-simbol, diagram atau skema menggambarkan struktur dari objek secara garis besar. Diagram menunjukkan  hubungan  yang  ada  antar  komponennya  atau  sifat-sifat  proses  yang ada.  Diagram pada umumnya berisi petunjuk-petunjuk.  Diagram menyaderhanakan hal yang kompleks sehingga dapat memperjelas penyajian pesan.
d.     Bagan/Chart
Sepeti  halnya  media  grafis  yang  lain,  bagan  atau  carta  termasuk  media  visual. Fungsinya yang pokok adalah menyajikan ide-ide atau konsep-konsep yang sulit bila hanya  disampaikan  secara  tertulis  atau  lisan  secara  visual.  Bagan  juga  mampu memberikan  ringkasan  butir-butir  penting  dari  suatu  persentasi.  Pesan  yang  akan disampaikan  biasanya  burupa  ringkasan  visual  suatu  proses,  perkembangan  atau hubungan-hubungan penting.
e.     Grafik (Graphs)
Sebagai  suatu  media  visual,  grafik  adalah  gambar  sederhana  yang  menggunakan titik-titik, garis atau gambar. Untuk melengkapinya sering kali simbol-simbol verbal digunakan pada grafik. Fungsi  grafik adalah untuk menggambarkan data kuantitatif secara  teliti,  menerangkan  perkembangan  atau  perbandingan  sesuatu  objek  atau peristiwa yang saling berhubungan secara singkat dan jelas. Ber beda dengan bagan, grafik  disusun  berdasarkan  prisip-prinsip  matematik  dan  menggunakan  data-data komparatif.
2.     Teks
Media ini membantu pembelajar fokus pada materi yang disiswai karena pembelajar cukup mendengarkan  tanpa  melakukan  aktivitas  lain  yang  menuntut  konsentrasi,  serta  sangat cocok bila digunakan sebagai media untuk memberikan motivasi.
3.     Audio
Media  audio  memudahkan  dalam  mengidentifikasi  obyek-obyek,  mengklasifikasikan obyek,  mampu menunjukkan  hubungan spatial dari suatu obyek, membantu  menjelaskan konsep abstrak menjadi konkret. Conto dari media audio ialah radio dan tape recorder.
4.     Animasi
Media  Animasi  mampu  menunjukkan  suatu  proses  abstrak  di  mana  pengguna  ingin melihat  pengaruh  perubahan  suatu  variabel  terhadap  proses  tersebut.  Namun  media Animasi menyediakan suatu tiruan yang bila dilakukan pada peralatan yang sesungguhnya terlalu mahal untuk mendapatkannya atau berbahaya dan berbagai macam kendala lainnya.
5.     Video
Video mungkin saja kehilangan detail dalam pemaparan materi karena siswa harus mampu mengingat  detail  dari scene  to  scene
(per  adegan).  Umumnya  pengguna  menganggap belajar melalui video lebih mudah dibandingkan melalui  teks sehingga pengguna kurang terdorong  untuk  lebih  aktif  di  dalam  berinteraksi  dengan  materi.  Video  memaparkan keadaan  riil  dari  suatu  proses,  fenomena  atau  kejadian  sehingga  dapat  memperkaya pemaparan.  Video  sangat  cocok  untuk  mengajarkan  materi  dalam  ranah  perilaku  atau psikomotor. Pengelompokkan  media  yang  banyak  dianut  oleh  para  pengelolah  pendidikan  adalah seperti  yang  disampaikan  oleh  Kemp  dan  Dayton  (1985).  Oleh  mereka,  Media Pembelajaran dikelompokkan menjadi 10 kelompok yaitu:
1.     Cetak
2.     Audio
3.     Audio-Cetak
4.     Proyeksi Visual Diam (OverHead Transparan/OHT)
5.     Proyeksi Visual Diam Dengan Audio
6.     Visual Gerak
7.     Visual Gerak Dengan Audio
8.     Benda
9.     Manusia Dan Sumber Lingkungan
10.            Komputer

D.   Pemilihan Media Pembelajaran
Berdasarkan  ketersediaannya  media  dapat  dikelompokkan  menjadi  Media  Jadi (Media By Utilization) dan Media Rancangan (Media By Design) alasan utama seseorang menggunakan  media  adalah  media  dapat  berbuat  lebih  dari  biasa  yang  dilakukan. Pemilihan media dilakukan agar penggunaan media dapat mencapai tujuan pembelajaran, maka haruslah dipilih media pembelajaran yang sesuai dengan tujuan pembelajaran.
Haruslah  diketahui  bahwa  media  merupakan  komponen  dari  keseluruhan  system pembelajaran.  Minimal  ada  empat  hal  yang  perlu  diperhatikan  dalam  memilih  media pengajaran, yaitu:
1.     Alasan meililih media, hal ini perlu karena adanya berbagai macam media, ada media yang hanya cocok digunakan untuk menyampaikan informasi tertentu, ada perbedaan karakteristik setiap media, ada perbedaan pemakai, dan perbedaan situasi dan kondisi.
2.     Waktu yang tepat memilih media, dilakukan setelah mengetahui tujuan instruksional, sebelum  melaksanakan  program  pengajaran,  atau  dengan  kata  lain  pada  waktu merencanakan program pengajaran.
3.     Pemilihan  media,  dilakukan  oleh  guru,  penyusun  desain  instruksional  seorang profesional dalam kemediaan
4.     Cara memilih media, media yang dipilih harus paling baik. Baik dan buruknya media diukur sampai sejauh mana media itu dapat menyalurkan informasi, dan sejauh mana media tersebut  dapat menunjang tercapainya tujuan instruksional.
Adapun dalam memilih media, perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut:
v  memahami karakteristik setiap media,
v  sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai,
v  sesuai dengan metode pengajaran yang kita gunakan,
v  sesuai dengan materi yang kita komunikasikan,
v  sesuai dengan keadaan siswa,
v  sesuai dengan situasi dan kondisi lingkungan, kemudahan memperoleh media,
v  sesuai keterampilan guru dalam menggunakannya,
v  ketersediaan waktu dalam menggunakannya,
v  sesuai dengan taraf berpikir siswa.

E.   Penggunaan Media Pembelajaran
Penggunaan  media  pengajaran  dapat  membantu  pencapaian  keberhasilan  belajar. Ditegaskan  oleh  Danim  (1995:1)  bahwa  hasil  penelitian  telah  banyak  membuktikan efektivitas  pengunaan  alat  bantu  atau  media  dalam  proses  belajar  mengajar  di  kelas, terutama  dalam  hal  pengingkatan  prestasi  siswa.  Terbatasnya  media  yang  dipergunakan dalam kelas diduga merupakan salah satu penyebab lemahnya mutu belajar siswa.
Dengan demikian penggunaan media dalam pengajaran di kelas merupakan sebuah kebutuhan  yang tidak  dapat  diabaikan.  Hal  ini  dapat  dipahami  mengingat  proses  belajar yang dialami siswa tertumpu pada berbagai kegiatan menambah ilmu dan wawasan untuk bekal  hidup  di  masa  sekarang  dan  masa  akan  datang.  Salah  satu  upaya  yang  harus ditempuh adalah bagaimana  menciptakan  situasi  belajar  yang  memungkinkan  terjadinya proses pengalaman belajar  pada  diri siswa  dengan  menggerakkan segala  sumber  belajar dan cara belajar yang efektif dan efisien.
Sasaran  dari  penggunaan  media  adalah  agar  anak  didik  mampu  menciptakan sesuatu yang baru dan mampu memanfaatkan sesuatu yang telah ada untuk dipergunakan dengan bentuk dan variasi yang lain yang berguna dalam kehidupannya. Dengan demikian mereka  dengan  mudah  mengerti  dan  memahami  materi  pelajaran  yang  disampaikan kepada mereka.
Tiga  kemungkinan  yang  terjadi  dalam  peng-evaluasi-an  dari  penggunaan  media pembelajaran, yaitu :
1.     Apabila  media  yang digunakan  terdapat  sesuatu  kekurangan  maka  kemungkinan media tersebut akan dimodifikasi.
2.     Apabila  media  yang  digunakan  sama  sekali  tidak  menghasilkan  tujuan  dari  apa yang  diinginkan,  maka  akan  dilakukan  perombakan  total  terhadap  penggunaan media tersebut.
3.     Apabila  media  yang  dipergunakan  telah  mencapai  tujuan  yang  diinginkan  maka media tersebut dianggap baik dan dapat dipertahankan.











BAB III
PENUTUP
A.   Kesimpulan
Proses belajar mengajar seringkali dihadapkan pada materi yang abstrak dan di luar pengalaman  siswa sehari-hari, sehingga  materi  ini  menjadi sulit diajarkan guru dan sulit dipahami  siswa.  Pemilihan  media  dalam  pembelajaran  merupakan  salah  satu  cara  yang dapat  dilakukan  untuk mengkonkritkan  sesuatu  yang  abstrak.  Gambar  dua  dimensi  atau model  tiga  dimensi  adalah  visualisasi  yang  sering  dilakukan  dalam  proses  belajar mengajar. 
Pada  era  informatika  visualisasi  berkembang  dalam  bentuk  gambar  bergerak (animasi) yang dapat ditambahkan suara (audio). Konsep permainan  dalam pembelajaran  digabung dengan  media  yang  digunakan untuk  menghasilkan  pengalaman  pembelajaran  yang  menyenangkan.  Sesi  pembelajaran bisa  disesuaikan dengan  tahap penerimaan dan  pemahaman siswa. Upaya  membuat  anak betah  belajar  di  sekolah  dengan  pemilihan  media  yang  tepat  merupakan  kebutuhan, sehingga sekolah tidak lagi menjadi ruangan yang menakutkan dengan berbagai tugas dan ancaman  yang  justru  mengkooptasi  kemampuan  atau  potensi  dalam  diri  siswa.
Pemanfaatan  teknologi  merupakan  kebutuhan  mutlak  dalam  dunia  pendidikan  sehingga sekolah  benar-benar  menjadi  ruang  belajar  dan  tempat  siswa  mengembangkan kemampuannya  secara  optimal,  dan  nantinya  mampu  berinteraksi  ke  tengah-tengah masyarakatnya.  Lulusan  sekolah  yang  mampu  menjadi  bagian  intergral  peradaban masyarakatnya


B.   SARAN
Dalam proses pembelajaran diperlukan kreativitas dan inovasi yang terus menerus. Proses  kreatif  dan  inovatif  dapat  dilakukan  oleh  guru  melalui  kegiatan-kegiatan pembelajaran yang menarik, membangkitkan keingintahuan pada siswa, memotivasi siswa dalam berpikir kreatif dan merangsang untuk menemukan hal-hal baru pada guru maupun siswa. Sebagai tugas pokok guru adalah merangsang terciptanya proses  pembelajaran aktif, kreatif, inovatif, dan menyenangkan serta efektif dan efisien di kelas. Sehingga sasar an dan target  dari  kebijakan  pendidikan  dapat  tercapai  dan  dapat  diwujudkan  seperti  yang diamanatkan dalam Tujuan Pendidikan Nasional.


DAFTAR PUSTAKA
http://www.slideshare.net/suediahmad/pemanfaatan-media-pembelajaran.html
http://ictcommunity.multiply.com/journal/item/17/PEMANFAATAN_MEDIA_BERBASIS_ICT_TERHADAP_PEMBELAJARAN_DI_SEKOLAH.html
http://mfadil.blog.unje.ac.id/pemanfaatan-media-pembelajaran.html
http://math04-uinmks.blogspot.com/2008/jenis-jenis-media-pembelajara.html
http://terdidik.com/2009/10/26/arti-fungsi-media-pendidikan.html
http://m.kompasiana.com/?act=r&id=39621
http://akhmadsudrajat.wordpress.com/
http://one.indoskripsi.com/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar